Entri Populer

Sabtu, 03 Januari 2026

Hewan Pemalas

 Aku mempunyai hewan peliharaan. Seekor kura-kura. Namanya Dito. Usianya baru dua bulan lebih.

Aku letakkan ia di dalam akuarium kaca ukuran 20 cm x 20 cm. Aku juga letakkan sebongkah batu di dalamnya supaya ia tidak selalu berendam.

Ku kasih makan ia sehari seklali berupa cacing hongkong atau pelet khusus kura-kura.

Sabtu, 13 Desember 2025

Penting Cuek

Hari ini aku semakin paham bahwa tidak semua niat baik kita akan dihargai dengan baik.

Maka, tidak heran kalau ada orang yang cuek dan menjadi apatis. Bukan karena ia memang begitu sejak semula, melainkan memang lebih baik menjadi cuek dan apatis daripada akhirnya merasa sakit hati karena tidak dihargai.

Kamis, 18 September 2025

Gara-gara Bubur

Setiap kami makan, menu disaji dalam 4 tempat. Karena mie instan adalah makanan favorit semua makhluk. Maka, hadirnya mie instan di meja makan selalu ditunggu dan menjadi bahan rebutan kala sudah tersaji.

Orang yang paling dekat dengan makanan memiliki kesempatan untuk ambil terlebih dahulu, termasuk besaran porsi. Maka, tak heran apabila orang yang depan makanan cenderung mengambil banyak sementara yang jauh dari sumber makanan, hanya dapat sedikit (mungkin hanya kuahnya saja).

Pagi ini di meja makan juga kondisi kurang lebih serupa. Saat mangkok mie sampai ke hadapanku, isinya memang tinggal sedikit. Aku yang sudah ambil bubur sisa semalam pun hanya mengambil mie dalam satu cedokan. Dan teman di samping juga yang sudah mengambil bubur, memutuskan tidak ambil mie.

Aku dengan santainya celetuk, “Merajuk karena tidak dapat mie”

Ku pikir biasa rupanya, ia menjawab dengan penuh emosi.

Aku kaget akan reaksinya memilih diam daripada semakin memperkeruh suasana.

Pelajaran yang bisa ku petik adalah Pertama, lebih berhati-hati ketika bercanda dengan orang terutama di pagi hari. Karena mood atau kondisi orang di pagi hari sulit ditebak. Kedua, pastikan orang yang kamu ajak bercanda adalah orang yang biasa bercanda sama kamu, supaya ia paham kalau kamu sedang dalam mode bercanda.

Kamis, 11 September 2025

SAMA RATA SAMA RASA

 Suatu siang, ku buka kulkas. Ku liat ada kue brownies dalam kotak bertuliskan “Holland Bakery”.

Walau aku tidak pernah makan ataupun membelinya, tetapi aku tahu kalau roti atau kue dari “Holland Bakery” pasti mahal karena merk terkenal dan mungkin juga karena mutu dan kualitasnya yang enak.

Aku ingin sekali mencicipinya. Biar aku dianggap pernah makan kue “Holland Bakery”.

Aku teringat kalau jika aku potong saat jam makan siang, maka semua saudaraku akan melihatnya dan tertarik untuk mencicipinya. Dan apabila masing-masing potong kue itu menurut ukurannya sendiri, tentu tidak semua saudara akan kebagian karena ada yang potong ukuran besar dan ada yang potong ukuran kecil.

Muncullah ideku untuk memotong habis kue itu supaya langsung habis terbagi saat itu juga dan biar semua saudara ada kesempatan untuk turut mencoba ‘kue mahal dan berkualitas’ ini. Saat hendak memotong, aku berucap kata-kata, “Atas asas keadilan sama rata sama rasa, maka ku potong kue ini supaya semua saudara punya kesempatan untuk mencicipinya”.

Namun, saat hampir selesai ku potong, ada seorang saudara berdiri di sampingku dan menyelutuk “Ko, mending simpan aja di meja, biar masing-masing saudara memotongnya sesuai dengan selera, karena tidak semua saudara mau makan.”

Aku tertegun dan diam sejenak sambil memandang saudara lain yang turut melihatku memotong kue itu.

Saudara yang lain itu berucap, “Gapapa, potong aja, langsung bagikan semua, karena kalau masing-masing yang potong, pasti ga semua orang dapat bagian. Kalau bagikan begini kan, entah cukup atau tak cukup, ya urusan masing-masing meja”.

Aku menambahkan “Sama. Aku pun setuju. Intinya semua orang bisa turut mencicipi. Comot-comot saja pun boleh. Biar lain kali kalau ditanya, kita bisa bilang uda pernah makan kue “Holland Bakery”.”

Kue pun dibagikan. Memang tampak ada saudara yang langsung mengambil potongan besar. Ada yang hanya mencomot saja, yang penting tahu rasa. Dan ada juga yang tidak makan sama sekali dengan alasan kenyang atau sudah makan nasi.

Aku berkata dalam hati, “Bersyukurlah yang sempat memakannya. Jangan salahkan siapa-siapa, kalau tidak kebagian. Karena niat awalku begitu biar semua pernah mendapat kesempatan untuk merasakan. Terlepas dari ia mengambil kesempatan itu atau tidak”.

Refleksi: Hidup dalam persaudaraan memang tidak selalu menuntut harus ‘sama rata sama rasa’, karena yang terpenting adalah keperluan dan kebutuhan masing-masing saudara yang berbeda dan tidak bisa disamakan, walaupun kadang kala harus bisa karena dipaksa atau terpaksa. Namun, bagiku ada hal-hal tertentu yang harus ‘sama rata sama rasa’. Tujuannya untuk membantu mengendalikan hasrat dan keinginan untuk selalu mau lebih, tidak ingin berbagi, melatih empati, solider, dan tidak peduli dengan orang lain.

Semoga Tuhan memandang niatku 😊

Sabtu, 03 Desember 2022

RKUHP Perzinaan dan Kohabitasi

 Beberapa saat yang lalu, aku sudah pernah mendengar tentang adanya RUU baru yang berbunyi "pasangan yang ingin check-in di hotel mesti menunjukkan bukti perkawinan yang sah" atau dalam bahasa lain "pria dan wanita yang belum terikat perkawinan sah bisa dipidana bila menginap dalam satu kamar hotel yang sama".

Minggu, 30 Oktober 2022

Doa Minta Hujan

Suatu pagi, aku menerima pesan dari seorang umat yang minta didoakan agar turun hujan ditempat tinggalnya. Aku menyanggupi dan mendoakan secara spontan dalam hati setelah membaca pesan itu.

Usai makan siang, saat mengecek media sosial, aku lihat umat tersebut posting status, pas ku buka ternyata video hujan deras di tempat tinggalnya.

Puji Tuhan!😇



Godaan Niatan Baik

Pada suatu sabtu sore, aku yang sehabis bersihkan kamar, sikat WC, dan cuci pakaian, berjalan ke luar unit mencari udara segar. Tak berapa lama, datanglah teman menyapa.

(T=Teman; A=Aku)

T= Ko, kita jalan-jalan ke luar yuk?
A= Mau ke mana?
T= Ke dekat rel.
A= Jam berapa pulang? Uda mau hujan nih.
T= Pulang malam. Gak usa ibadat.
A= Ih, jangan dong. Aku mau rosario, soalnya ada teman yang nitip doa.
T= Baiklah. Kita jalan dekat saja deh, pulang sebelum jam 6.

Kami pun berjalan menyusuri rel kereta api, dan memang kami pulang pukul 17.45. Jadi sempat ibadat dan rosario. Hal yang buat aku kaget adalah temanku yang tadinya gak niat ibadat dan rosario, eh tiba-tiba muncul di kapel, menghadiri ibadat dan rosario sore itu.

Puji Tuhan!😇