Entri Populer

Sabtu, 13 Desember 2025

Penting Cuek

Hari ini aku semakin paham bahwa tidak semua niat baik kita akan dihargai dengan baik.

Maka, tidak heran kalau ada orang yang cuek dan menjadi apatis. Bukan karena ia memang begitu sejak semula, melainkan memang lebih baik menjadi cuek dan apatis daripada akhirnya merasa sakit hati karena tidak dihargai.

***

Siang ini, aku mengalami kejadian yang mengubah cara pandangku tentang berbuat baik dalam menolong sesama. Pada mulanya, aku bermaksud membantu satu kelompok yang bertugas untuk mencuci piring. Aku memang sering membantu kelompok ini karena aku tahu kalau kelompok ini tidak pernah lengkap anggota.

Seusai makan, aku mengantar gelas ke tempat cucian, dengan santai aku memulai pembicaraan, "lengkap anggota?" 

Pertanyaanku hanya basa-basi karena memang sudah jelas ku lihat anggota kelompok mereka tidak lengkap. Aku meletakkan gelas di wadah cuci, mengambil sabut, dan langsung ku celup di wadah yang berisi air sabun.

Salah satu anggota kelompok menyeletuk, "aman-aman" dan diucapkannya berkali-kali.

Entah kenapa, aku langsung merasa tidak nyaman karena ucapan tersebut. Maka, aku langsung pastikan, "betul tidak perlu dibantu?"

Pertanyaanku langsung dijawab lagi oleh orang yang sama, "aman-aman".

Spontan saja, aku meletakkan gelas-gelas yang sedang kuusap, ku simpan sabut cuci, tanpa cuci tangan lagi aku langsung meninggalkan mereka walau tanganku masih berlumuran sabun.

Aku beranjak dari sana dengan senyum. Tidak percaya apa yang terjadi barusan.

***

Aku selalu berniat untuk membantu kelompok lain mencuci piring. Karena itu merupakan salah satu wujud diriku dalam menghayati karisma kapusin dalam hal kepedulian terhadap sesama.

Tetapi dalam praktik di lapangan, tidak semua orang mengerti maksud aku dan menganggap aku tidak perlu melakukannya.

Mungkin saja, ketika aku bantu, orang atau kelompok terlihat tidak mandiri.

***

Dengan ini, aku sadar penting untuk cuek dan bersikap "bodoh amat", supaya aku tidak sakit hati ketika mendapat reaksi yang tidak aku harapkan.

Mataku juga terbuka seandainya melihat ada yang tidak sulit menolong. Bukan karena ia tidak mau atau apatis, karena kadang kala, itu lebih baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar